Iklan

Iklan

Gara-gara Hutang Rentenir Edwin Sekeluarga Warga Tanjung Ratu Hampir Kehilangan Tanah.




Lampung Tengah - Gencarpost.com

Peristiwa memilukan dialami warga kampung Tanjung Ratu yang Akrab dipanggil Pak Temunggung dimana Satu keluarga besar Lahan/Tanah milik mereka diduga dirampas secara keji oleh KT warga kampung Negeri Agung akibat Hutang rintenir.


Kebun Keluarga Besar yang berjumlah hampir 8 Hektar yang selama ini telah dikuasai oleh KT duduga kuat diperoleh secara tidak syah dengan dasar terkena hutang rintenir.


Peristiwa yang dialami Edwin dimana pada tahun 2006 Sdr.Edwin meminjam Uang senilai 7Juta Kepada Ketut dengan bunga 6% berjalannya waktu dengan dalih tutup buku selama 6 bulan uang tersebut telah berlipat ganda menjadi 18 juta, berjalannya waktu Bunga dari uang tersebut telah berbunga lagi hingga pada akhirnya menjadi 30juta.


Disaat bunga makin membengkak disinilah Ketut Melancarkan Kasinya dengan mendatangi Sdr.Temunggung dengan membawa sejumlah kuitansi dan surat Berita Acara Jual Beli yang sudah dibuat olehnya memaksa pak temunggung menandatangani surat tersebut agar korban menyerahkan lahan miliknya tersebut dengan dalih bayar hutang rintenir.





Adapun Selama ini Pak Temunggung Telah mengansur bunga uang tersebut senilai 15Juta dengan cara mencicil namun Ketut masih bersih keras menginginkan Tanah tersebut hingga Pak temunggung memilih diam dan lahan tersebut akhirnya dikuasai oleh ketut.


Lahan Milik pak temunggung yang telah diwariskan kepada Aripin sebagai anak kandung nya saat ini telah di urus dan telah menemui kesepakatan kepada ketut tampa mempersoalkan persoalan terdahulu dimana ketut mengembalikan lahan tersebut sejumlah 20.000M2 Kepada ahli waris.


Dari Kesepakatan yang telah dibuat dan di tanda tangani bersama rupanya ketut tidak menepatinya semula 2H menjadi 1.5H yang pada akhirnya terjadilah selisih Ukuran dilapangan.


Lebih lanjut adapun plang yang telah terpasang di kebun tersebut merupakan hasil ukuran lahan yang telah disepakati berjumlah 2Hektar namun dalam pemberitaan yang beredar Terkesan di manipulasi hingga membuat geram dan dapat memicu konflik berkepanjangan dikemudian hari.


Samapai berita ini diturunkan Awak media berusaha menghubungi Ketut namun Kedua nomer miliknya memblokir semua percakapan dan bahkan keluarga berusaha menemui kekediamannya yang bersangkutan tak dapat ditemui.


Jaini.







Subscribe to receive free email updates:

Tag Terpopuler